Lintas Provinsi

Ancaman Nagari Paninjauan Untuk Memisahkan Diri Dari Tanahdatar, Tak Main-main?

Warta Andalas | Minggu, 15 September 2013 - 09:48:33 WIB | dibaca: 549 pembaca

WARTA ANDALAS, PADANGPANJANG – Keseriusan warga nagari Paninjauan Kec X Koto untuk memisahkan diri dari Kabupaten  Tanahdatar, sepertinya tidak main-main dan bukan hanya sebuah ancaman belaka. Apalagi wacana ini sudah cukup lama mengapung.

Bahkan, dalam waktu dekat ini segenap pemangku adat dan niniak mamak dalam lingkup Kenagarian Paninjauan (urang nan salapan puluah), akan segera berembuk.

Hal tersebut diungkapkan Ketua KAN Nagari Paninjauan, Drs H Gustiar Jamal M.Pd Dt Sinaro Panjang kepada wartawan, baru-baru ini.

Dikatakan, keinginan untuk memisahkan diri dari kabupaten Tanahdatar tersebut, tidak main-main dan bukan sekedar ancaman. Apalagi wacana ini sudah cukup lama mengapung dan bisa diibaratkan seperti bom waktu, yang kini saatnya telah tiba.

“Insya Allah, dalam waktu dekat seluruh niniak mamak nan salapan puluah akan berembuk untuk menyatukan suara, selamat tinggal Tanahdatar," katanya.

Lebih jauh Dt. Sinaro Panjang yang didampingi Ketua BPRN Paninjauan Masril Katik Sati itu juga mengatakan bahwa kembali mencuatnya wacana pemisahan diri dari Kabupaten Tanahdatar adalah puncak dari kekesalan dan kekecewaan seluruh masyarakat Nagari Paninjauan Kecamatan X Koto, yang merasa diposisikan sebagai anak tiri.

“Klimaksnya adalah ketika DPRD Tanahdatar telah melakukan pelecehan terhadap masyarakat Batipuah X Koto, khususnya Nagari Paninjauan. Kami merasa dilecehkan dengan sikap DPRD Tanahdatar itu. Meski sebelumnya kita sudah dirangkul oleh para pemangku adat dan niniak mamak Batipuah X Koto, namun untuk saat ini kita akan fokus menyatukan suara masyarakat se Kenagarian Paninjauan dulu," tandasnya.

Masril Katik Sati menambahkan, selain merupakan puncak dari kekesalan dan kekecewaan seluruh masyarakat Nagari Paninjauan, alasan lain keinginannya untuk berpisah dari Tanahdatar antara lain juga mengacu kepada kepentingan yang bersangkutan dengan hajat hidup orang banyak.

“Setidaknya, aspek pelayanan masyarakat akan menjadi lebih maksimal, jika merujuk kepada faktor jarak. Lebih dari itu, Nagari Paninjauan dan Batipuah X Koto pada umumnya, sejak dulu sudah diibaratkan seperti dua sisi mata uang dengan Padang Panjang, yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya,”ujarnya.

Jadi, imbuh dia,  ada banyak faktor, alasan dan pertimbangan sebelum wacana benar-benar diapungkan.

Sementara itu, mereka juga mengatakan bahwa terpilihnya Hendri Arnis yang merupakan anak nagari Batipuah X Koto sebagai Walikota Padang, seharusnya menjadi sejarah dan kebanggaan bagi DPRD Tanahdatar.

“Ke depan, di bawah kepemimpinan Hendri Arnis, tentu diharapkan akan menjadi sebuah kekuatan besar untuk meningkatkan harmonisasi hubungan, yang dipastikan akan berdampak terhadap akselerasi pembangunan di kedua daerah,”ungkapnya.

Karena memang sudah terwacana dan mengapung sejak lama, Dt Sinaro Panjang memastikan jika proses rembuk untuk menyatukan visi guna memperjuangkan wacana pemisahan diri dari Kab Tanahdatar di tingkat pemangku adat dan niniak mamak nan sapuluah itu, tidak akan memakan waktu lama.

"Sesegera mungkin, karena ini menyangkut hajat hidup sekitar 8000 jiwa penduduk Paninjauan," tegas Dt. Sinaro Panjang. (ben)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)