Sijunjung

Polres Sijunjung Amankan 6 Unit Excavator Illegal Mining

Warta Andalas | Rabu, 04 September 2013 - 07:12:51 WIB | dibaca: 373 pembaca

WARTA ANDALAS, SIJUNJUNGJajaran aparat Kepolisian Resort (Polres) Sijunjung mengamankan Enam unit alat berat jenis excavator dan lima orang yang diduga sebagai pelaku illegal mining, kemarin.  

Hal tersebut dilakukan dalam rangka menindak lanjuti para penambang emas yang tidak menghiraukan himbauan dan peringatan, baik lisan maupun tulisan yang dilakukan oleh pihak polres Sijunjung tentang penggunaan alat berat dalam proses penambangan emas.

Polres Sijunjung mulai melakukan penindakan terhadap para penambang emas liar yang masih menggunakan alat berat. Sejak kamis (29/8)  hingga hari ini, puluhan anggota kepolisian Polres Sijunjung melakukan penertiban alat berat jenis Ekavator yang dioperasikan untuk ilegal minning .

Dari penertiban dan sweeping yang dilakukan tersebut, Petugas menitik beratkan di lokasi yang berada di jorong Silukah kenagarian Durian Gadang kecamatan Sijunjung dan kenagarian Padang Tarok kecamatan Kamang Baru. Dari beberapa lokasi itu, petugas berhasil mengamankan dan menyita sebanyak enam unit alat berat dari berbagai jenis dan beberapa peralatan menambang lainnya seperti karpet dan mesin Dongfeng.

Sementara para pemilik lahan dan pengelola berhasil melarikan diri bersama para pekerja lainnya. Meski ada yang melarikan diri,  petugas berhasil mengamankan lima orang yang juga diduga sebagai pelaku tambang. Diantaranya dua orang bertugas sebagai mekanik dan tiga lainnya penjaga alat berat dan pekerja.

Hingga, Selasa (3/8) kemarin, petugas yang dibantu operator dari dinas PU kabupaten Sijunjung, berhasil mengeluarkan sebanyak enam unit alat berat dari lokasi tambang yang kemudian diparkir di Mapolres Sijunjung untuk dilakukan pemeriksaan dan sebagai barang bukti.

Sementara Kapolres Sijunjung AKBP. Sugeng Riyadi S.Ik, MH, M.Si didampingi Kabag Ops Kompol Syahril, Kasat Intel AKP Syahrul Chan, Kasat Reskrim AKP Abdus Syukur serta Kasat Bimas AKP Syarial AB membenarkan telah mengamankan lima pelaku tambang dan enam alat berat. Kapolres juga menyebut, dengan mengamankan lima pelaku, kepolisian akan melakukan pemeriksan dan menyelidiki siapa yang berperan dibalik beroperasinya alat berat tersebut.

“Dalam operasi rutin yang dilakukan, kita berhasil mengamankan enam unit alat berat, dan lima orang pelaku yang diduga pelaku tambang, serta tidak menutup kemungkinan masih ada lagi alat berat yang kita temukan dilapangan, dan kita akan segera mengusut tuntas kasus ilegal minning ini, dan Jika nama-nama yang telah kita kantongi tersebut benar terbukti, maka akan kita kejar dan akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku,”tegasnya.

Sugeng Riyadi mengatakan, pihak kepolisian selama ini sudah sering melakukan sosialisasi, penyuluhan serta memberikan peringatan atau teguran baik secara lisan maupun tulisan kepada para penambang agar tidak menggunakan alat berat.

“Kita sudah menegur dan mengingatkan agar jangan lagi menggunakan alat berat untuk menambang emas, namun masih ada juga beberapa pengusaha yang bandel, dan menghiraukan himbauan tersebut. makanya kita ambil tindakan tegas dengan melakukan proses hukum, karena tindakan mereka sudah jelas merugikan masyarakat lainnya dan juga dengan merusak lingkungan,”ujar Sugeng Riyadi.

Mengenai barang bukti enam alat berat tersebut Kapolres menyebut akan segera di proses dan dipindahkan ke Mapolres sebagai barang bukti,” Enam unit yang baru bisa dievakuasi, sementara masih ada beberapa unit lainnya masih dalam proses evakuasi petugas yang dibantu dinas PU kabupaten Sijunjung, karena medannya sangat jauh dan berat, maka untuk mengeluarkannya kita akan membutuhkan waktu,”terang Sugeng Riyadi.

Kapolres menghimbau kepada seluruh warga yang melakukan penambangan emas, supaya tidak menggunakan alat berat, karena “Cangkul Jepang” tersebut dapat merusak lingkungan alam dan merusak ekosistem. (Humas Polres Sijunjung)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)